Karawang/ trexnews.id,13 Juli 2026 – Memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejumlah orang tua siswa baru di SMPN 1 Purwasari mengaku terbebani oleh kebijakan pembelian seragam sekolah yang disebut harus dibayar lunas tanpa opsi cicilan.
Keluhan tersebut datang dari beberapa wali murid yang merasa biaya pembelian seragam cukup besar, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih fleksibel agar pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Salah seorang orang tua murid, Ida, mengaku sangat keberatan dengan ketentuan tersebut. Menurutnya, seragam dibeli melalui Koperasi Desa (Kopdes), namun tidak tersedia pilihan untuk mencicil ataupun membeli sebagian terlebih dahulu.
"Bajunya dibeli di Kopdes. Tidak ada kebijakan boleh dicicil atau beli satu dulu. Harus diambil semuanya dan harus dibayar sekarang. Bagi kami yang penghasilannya pas-pasan, ini sangat memberatkan," ungkap Ida.
Ia berharap pihak sekolah maupun pihak terkait dapat memberikan kebijakan yang lebih berpihak kepada keluarga kurang mampu, sehingga kewajiban memiliki seragam sekolah tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk mengikuti proses pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMPN 1 Purwasari terkait keluhan para orang tua tersebut. Masyarakat berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan sekaligus mencari solusi yang mengedepankan kepentingan peserta didik tanpa mengabaikan kondisi ekonomi wali murid.
(Red)*
Posting Komentar