Karawang/trexnews.id —
Rasa aman warga Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, terusik. Dalam satu hari, dua aksi kejahatan kendaraan bermotor terjadi di kawasan yang sama, Jumat (21/8/2026).
Rentetan kejadian tersebut terjadi di sekitar Perumahan Bumi Purwasari Residence, Kampung Babakan Cengkong, RT 07/04, Desa Sukasari. Kawasan ini menjadi akses penghubung yang cukup padat karena berada di antara tiga perumahan, yakni Bumi Purwasari Residence, Grand Permata Residence, dan Nadia Sofi.
Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang buruh bernama Erwandi (37) menjadi korban perampasan sepeda motor saat melintas di jalan poros tengah kawasan tersebut.
Korban yang mengendarai Honda Vario 125 bernomor polisi T 5739 MA diduga dipepet empat pelaku menggunakan sepeda motor matik. Para pelaku mengenakan helm dan masker.
Dengan modus menanyakan surat kendaraan, para pelaku kemudian mengacungkan senjata tajam jenis celurit. Bahkan, salah seorang pelaku disebut sempat mengalungkan celurit ke leher korban sebelum membawa kabur sepeda motornya.
Belum sempat warga melupakan kejadian tersebut, aksi kejahatan kedua kembali terjadi pada sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kali ini, sebuah sepeda motor milik warga RT 02 RW 01, Desa Sukasari, hilang saat diparkir di kawasan bunderan lapangan bola Perumahan Bumi Purwasari Residence.
Korban yang sedang berbelanja di warung sekitar lokasi mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat ketika kembali.
Dua kejadian dalam satu hari ini sontak memicu keresahan. Warga mempertanyakan sistem keamanan di kawasan tersebut, terlebih jalan yang menjadi lokasi kejadian diketahui ramai dilalui masyarakat dari berbagai wilayah.
Hasil penelusuran warga menyebutkan, jalur tersebut pada dasarnya merupakan aset kawasan perumahan yang penanggung jawabnya berada pada pihak pengembang. Namun dalam perkembangannya, akses itu telah berfungsi layaknya jalan umum.
Jalur tersebut menjadi penghubung bagi masyarakat dari Desa Sukasari, Desa Tamelang, hingga Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari. Akibatnya, arus kendaraan yang melintas cukup tinggi, sementara pengamanan di kawasan dinilai belum sebanding dengan tingkat aktivitas masyarakat.
Tidak adanya portal, pos keamanan, penerangan yang memadai, serta keterbatasan kamera pengawas atau CCTV menjadi perhatian warga.
Seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut mengaku kini merasa waswas. Ia bahkan mengaku melihat langsung aksi dugaan pembegalan pada pagi hari.
"Jujur saya yang lewat saja takut. Pagi saya lihat sendiri ada empat orang bawa celurit pepet pengendara, saya langsung putar balik. Sorenya saya lewat lagi di bunderan lapangan bola, ada motor hilang. Sehari dua kejadian di jalan yang sama," ujarnya.
Menurut warga, persoalan keamanan tidak bisa hanya dilihat sebagai dua kasus kriminal semata. Status dan fungsi jalan yang telah berubah menjadi akses publik juga dinilai perlu mendapat perhatian serius.
"Pihak developer harus bertanggung jawab atas peruntukan jalan," tegasnya.
Ia meminta adanya langkah konkret, mulai dari penjagaan, pemasangan portal, penerangan jalan, hingga kamera CCTV.
"Kalau peruntukannya sudah jadi jalan umum seperti ini, developer harus bertanggung jawab, jangan lepas tangan. Harus ada penjagaan, harus ada portal, harus ada lampu dan CCTV. Kami warga Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang berharap tidak ada lagi begal di perumahan kami," tambahnya.
Keresahan serupa disampaikan warga lainnya yang tinggal di RT 02 RW 01, Desa Sukasari. Menurutnya, kejadian pencurian kendaraan di lokasi yang ramai pada siang hari membuat warga semakin sulit merasa aman.
"Kalau bunderan lapangan bola saja yang ramai bisa kehilangan motor saat parkir belanja, bagaimana kami mau merasa aman. Developer harus tanggung jawab atas fasilitas umum ini," ujarnya.
Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar tentang kehilangan kendaraan. Keamanan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut kini menjadi pertaruhan.
Satu jalan yang menghubungkan sejumlah desa, tetapi minim pengamanan, dinilai menjadi celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Hingga berita ini diterbitkan, dua kasus tersebut, yakni dugaan pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor, masih dalam penyelidikan Polsek Purwasari, Polres Karawang.
Warga pun mendesak adanya pertemuan bersama yang melibatkan pihak pengembang tiga perumahan, Pemerintah Desa Sukasari, Desa Tamelang, Desa Cengkong, serta kepolisian.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperjelas status dan peruntukan jalan sekaligus menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan keamanan.
Sebab bagi warga, jalan yang setiap hari menjadi urat nadi aktivitas masyarakat tidak seharusnya berubah menjadi jalur yang membuat mereka takut untuk melintas—bahkan pada siang hari.
(A. Ridwan).
Rasa aman warga Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, terusik. Dalam satu hari, dua aksi kejahatan kendaraan bermotor terjadi di kawasan yang sama, Jumat (21/8/2026).
Rentetan kejadian tersebut terjadi di sekitar Perumahan Bumi Purwasari Residence, Kampung Babakan Cengkong, RT 07/04, Desa Sukasari. Kawasan ini menjadi akses penghubung yang cukup padat karena berada di antara tiga perumahan, yakni Bumi Purwasari Residence, Grand Permata Residence, dan Nadia Sofi.
Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang buruh bernama Erwandi (37) menjadi korban perampasan sepeda motor saat melintas di jalan poros tengah kawasan tersebut.
Korban yang mengendarai Honda Vario 125 bernomor polisi T 5739 MA diduga dipepet empat pelaku menggunakan sepeda motor matik. Para pelaku mengenakan helm dan masker.
Dengan modus menanyakan surat kendaraan, para pelaku kemudian mengacungkan senjata tajam jenis celurit. Bahkan, salah seorang pelaku disebut sempat mengalungkan celurit ke leher korban sebelum membawa kabur sepeda motornya.
Belum sempat warga melupakan kejadian tersebut, aksi kejahatan kedua kembali terjadi pada sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kali ini, sebuah sepeda motor milik warga RT 02 RW 01, Desa Sukasari, hilang saat diparkir di kawasan bunderan lapangan bola Perumahan Bumi Purwasari Residence.
Korban yang sedang berbelanja di warung sekitar lokasi mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat ketika kembali.
Dua kejadian dalam satu hari ini sontak memicu keresahan. Warga mempertanyakan sistem keamanan di kawasan tersebut, terlebih jalan yang menjadi lokasi kejadian diketahui ramai dilalui masyarakat dari berbagai wilayah.
Hasil penelusuran warga menyebutkan, jalur tersebut pada dasarnya merupakan aset kawasan perumahan yang penanggung jawabnya berada pada pihak pengembang. Namun dalam perkembangannya, akses itu telah berfungsi layaknya jalan umum.
Jalur tersebut menjadi penghubung bagi masyarakat dari Desa Sukasari, Desa Tamelang, hingga Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari. Akibatnya, arus kendaraan yang melintas cukup tinggi, sementara pengamanan di kawasan dinilai belum sebanding dengan tingkat aktivitas masyarakat.
Tidak adanya portal, pos keamanan, penerangan yang memadai, serta keterbatasan kamera pengawas atau CCTV menjadi perhatian warga.
Seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut mengaku kini merasa waswas. Ia bahkan mengaku melihat langsung aksi dugaan pembegalan pada pagi hari.
"Jujur saya yang lewat saja takut. Pagi saya lihat sendiri ada empat orang bawa celurit pepet pengendara, saya langsung putar balik. Sorenya saya lewat lagi di bunderan lapangan bola, ada motor hilang. Sehari dua kejadian di jalan yang sama," ujarnya.
Menurut warga, persoalan keamanan tidak bisa hanya dilihat sebagai dua kasus kriminal semata. Status dan fungsi jalan yang telah berubah menjadi akses publik juga dinilai perlu mendapat perhatian serius.
"Pihak developer harus bertanggung jawab atas peruntukan jalan," tegasnya.
Ia meminta adanya langkah konkret, mulai dari penjagaan, pemasangan portal, penerangan jalan, hingga kamera CCTV.
"Kalau peruntukannya sudah jadi jalan umum seperti ini, developer harus bertanggung jawab, jangan lepas tangan. Harus ada penjagaan, harus ada portal, harus ada lampu dan CCTV. Kami warga Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang berharap tidak ada lagi begal di perumahan kami," tambahnya.
Keresahan serupa disampaikan warga lainnya yang tinggal di RT 02 RW 01, Desa Sukasari. Menurutnya, kejadian pencurian kendaraan di lokasi yang ramai pada siang hari membuat warga semakin sulit merasa aman.
"Kalau bunderan lapangan bola saja yang ramai bisa kehilangan motor saat parkir belanja, bagaimana kami mau merasa aman. Developer harus tanggung jawab atas fasilitas umum ini," ujarnya.
Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar tentang kehilangan kendaraan. Keamanan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut kini menjadi pertaruhan.
Satu jalan yang menghubungkan sejumlah desa, tetapi minim pengamanan, dinilai menjadi celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Hingga berita ini diterbitkan, dua kasus tersebut, yakni dugaan pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor, masih dalam penyelidikan Polsek Purwasari, Polres Karawang.
Warga pun mendesak adanya pertemuan bersama yang melibatkan pihak pengembang tiga perumahan, Pemerintah Desa Sukasari, Desa Tamelang, Desa Cengkong, serta kepolisian.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperjelas status dan peruntukan jalan sekaligus menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan keamanan.
Sebab bagi warga, jalan yang setiap hari menjadi urat nadi aktivitas masyarakat tidak seharusnya berubah menjadi jalur yang membuat mereka takut untuk melintas—bahkan pada siang hari.
(A. Ridwan).
Posting Komentar