KARAWANG/trexnews.id —
Seorang pengunjung tempat rekreasi Saung Biru Ki Odon, yang beralamat di Dusun Kalijeruk, Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, mengaku kecewa setelah diminta berpindah dari salah satu saung yang sebelumnya digunakan bersama keluarganya, pada Minggu sore, 4 Oktober 2026.
Pengunjung bernama Yadi dan Enda tersebut mengatakan, sejak pagi hingga siang hari dirinya bersama keluarga telah menempati salah satu saung untuk beristirahat dan menikmati makanan yang dipesan di lokasi wisata. Sementara itu, anak-anak mereka juga sedang berenang di area rekreasi tersebut.
Menurut Yadi dan Enda, selama mereka menggunakan saung tersebut, tidak terlihat adanya tulisan atau pemberitahuan bahwa saung tersebut telah dipesan atau dibooking oleh pengunjung lain.
Kekecewaan muncul ketika kemudian datang tamu lain dan petugas Saung Biru Ki Odon meminta mereka untuk berpindah dengan alasan saung tersebut telah dibooking sebelumnya.
Yadi dan Enda mengaku merasa kurang dihargai sebagai pengunjung. Mereka menyayangkan kejadian tersebut karena masih ingin menghabiskan waktu dan bercengkerama bersama keluarga di lokasi wisata.
“Kami merasa kecewa dengan kejadian tersebut. Kami masih ingin berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga, tetapi kemudian diminta pindah karena saung tersebut ternyata sudah dibooking,” ungkapnya.
Pengelola Berikan Klarifikasi
Sementara itu, Trisna, salah satu pengurus Saung Biru Ki Odon, membantah adanya tindakan pengusiran terhadap pengunjung tersebut.
Menurut Trisna, istilah “diusir” dinilai kurang tepat karena saung yang telah dibooking merupakan fasilitas berbayar dan penggunaannya menjadi prioritas bagi pihak yang melakukan pemesanan.
Ia menjelaskan, tarif booking untuk saung kecil sebesar Rp50 ribu, sedangkan saung besar yang terdiri dari dua lokal dikenakan biaya Rp100 ribu.
“Di manapun, baik restoran maupun tempat wisata, kalau sudah dibooking tentu tidak bisa ditempati oleh orang lain karena booking itu sewa dan berbayar,” jelas Trisna.
Trisna menambahkan, pada dasarnya fasilitas saung di Saung Biru Ki Odon dapat digunakan secara gratis oleh pengunjung. Namun, apabila terdapat saung yang telah dibooking, maka pemesan memiliki prioritas untuk menempatinya.
Menurutnya, pengunjung lain sebenarnya masih diperbolehkan menggunakan saung yang telah dibooking apabila pemilik booking belum datang. Namun, ketika pemilik booking tiba, pengunjung yang sebelumnya menempati saung tersebut diharapkan bersedia berpindah ke tempat lain.
“Ketika pemilik booking sudah datang, mohon maaf, pengunjung yang sebelumnya duduk di sana dipersilakan pindah tempat. Jadi kata ‘usir’ itu sangat tidak enak juga didengarnya,” kata Trisna.
Namun demikian, Trisna mengakui bahwa apabila pada saung tersebut tidak terdapat pemberitahuan atau tanda yang menunjukkan bahwa saung telah dibooking, maka kondisi tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi pengunjung.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terkait pentingnya pemberitahuan yang jelas mengenai status saung yang telah dibooking, sehingga pengunjung dapat mengetahui sejak awal mana saung yang masih dapat digunakan secara bebas dan mana yang telah dipesan oleh pengunjung lain.
Dengan adanya klarifikasi dari kedua pihak, persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola maupun pengunjung agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman.
(AR)*
Sebagai salah 1 pengunjung,, saya juga pernah kok diminta pindah, karena memang sebelum saya menempati sudah di infokan sama pengelola,, jika yg booking sudah datang mohon pindah,, dan ada kok tulisannya, cuma memang kadang ke geser atau memang di pindahkan sm pengunjung. Jadi kita harusnya fair yaaa kalo memang itu sudah di booking dan kita diminta untuk pindah, karena memang bukan hak kita disana.
BalasHapusKadang di tempat wisata kayak gitu,, orang suka main nempatin aja,, padahal udah dibooking, giliran di minta pindah malah baper. Saya pernah booking tempat di saung biru, jelas ada tulisan Reservasi, tapi pas dateng udah di isi orang se abreg2 hahahaa,, giliran di suruh pindah pada ngedumel, pdahal tulisan di depan mata "Reservasi".
BalasHapusPosting Komentar